Sabtu, 23 Mei 2015






Masa depan, mungkin ada orang menghawatirkan masa depannya atau mungkin juga ada orang yang tidak terlalu memikirkannya. Tapi yang pasti masa depan adalah sesuatu yang harus dipersiapkan. Di Indonesia sendiri kita biasa mendengar orang yang berkata "Gimana nanti" tapi ada juga orang yang berbicara "Nanti gimana ?". Nah termasuk pribadi yang mana kah anda ?, yang "Gimana nanti" atau yang "Nanti gimana ?". Jika dilihat dari keadaan sekarang, sepertinya masih banyak orang yang termasuk "Gimana nanti". Padahal, tau kah anda bahwa orang - orang yang sukses saat ini adalah orang yang berpikir  "Nanti Gimana ?"
Salah satu orang besar yang sukses dengan cara pandang "Nanti gimana" adalah Bill Gates, seperti dikutip link  pada  tahun 1999 silam, pendiri sekaligus ikon dunia teknologi Bill Gates sempat menulis sebuah buku bertajuk `Business @ the Speed of Thought.` Dalam buku itu, Gates membuat 6 ramalan terkait perkembangan industri teknologi di masa depan. 

  1. Membandingkan harga via internet
  2. Perangkat mobile
  3. Keuangan digital
  4. Media sosial
  5. Internet Of Things
  6. Rekrutmen online

Ke-6 hal tersebut sekarang terbukti dan Bill Gates seolah - olah memiliki mesin waktu untuk mengetahui apa yang akan terjadi dan menjadi potensi bisnis teknologi di masa depan. Dengan berfikir "Nanti gimana" seseorang mampu pergi ke masa depan dengan pikirannya dan membangun masa depan yang dia inginkan, bahkan dapat mengambil keuntungan yang sangat besar. Memang berfikir "Nanti gimana" adalah kebiasaan para orang - orang sukses yang selalu memposisikan dirinya ada di masa depan guna menghadapi tantangan zaman.




Seseorang yang mampu mengambarkan masa depan dapat mempersiapkan kehidupannya dengan lebih baik, mereka selalu menimbang risiko kehidupan dan siap dengan kondisi terburuk. sehingga dapat meminimalisir risiko yang dapat terjadi di masa depan. Masa depan memang gelap dan kita sebagai manusia tidak akan pernah bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, karena hanya Tuhan lah yang tau apa yang akan terjadi. Tetapi tahukah anda bahwa takdir dan nasib adalah sesuatu yang Tuhan ciptakan berbeda. Takdir adalah sesuatu yang memang sudah ditentukan Tuhan, sedangkan nasib adalah suatu keadaan yang masih bisa diubah dengan usaha manusia. Maka ketika kita memikirkan masa depan, pikirkanlah nasib kita di masa depan, nasib keluarga yang kita tanggung, karena nasib adalah sesuatu yang masih bisa kita ubah dengan usaha kita.




Kebanyakan orang yang berbicara "Gimana nanti" tidak dapat membedakan antara takdir dan nasib, itu lah yang membuat mereka malas merencanakan masa depannya. Padahal penggambaran terhadap masa depan adalah hal yang sangat penting guna mencapai tujuan hidup setiap manusia tentunya dunia dan akhirat. Ada pepatah sederhana yang mengatakan "Hasil tidak akan berhianat terhadap usaha", pepatah singkat tersebut dapat kita simpulkan bahwa usaha A hasilnya akan A dan usaha B hasilnya akan B. Nasib di dunia itu adalah bagaikan tanam tuai, siapa yang menanam dia yang menuai, maka nasib kita saat ini adalah hasil dari perencanaan tindakan di masa lalu. Maka dari itu rencanakanlah masa depan yang baik  disertai kerja keras dan do'a kepada Tuhan agar kita sampai pada masa depan yang baik yang kita inginkan. Ingat untuk menggapai impian perlu rencana yang realistis dan usaha yang juga realistis meskipun terkadang impian kita tidak realistis.


Rencanakan lah sekarang, pikirkan risiko - risiko apa yang akan terjadi di masa depan dan cari solusi untuk meminimalisir dampak dari risiko tersebut, peluang - peluang apa yang akan timbul dan menguntungkan di masa depan dan persiapkan apa yang dibutuhkan untuk meraup keuntungan dan menikmatinya di masa depan bersama keluarga anda.

Sekian postingan pertama saya, semoga dapat bermanfaat bagi saya khusunya dan para blogger umumnya, kritik dan saran selalu saya harapkan agar saya bisa mengevaluasi segala kekurangan pada postingan - postingan saya sekarang atau selanjutnya :D Salam sejahtra.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar